Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

06/09/14

Kesendirian dan Keterasingan

Kesendirian dalam ramai kebisingan
Bersama hitam menyusuri perjalanan
Tanpa sebait putih impian
Dan cahaya bisikan rembulan

Keterasingan dalam lingkungan
Bersama jatuh kering dedaunan

24/04/14

Kejam Dunia

Kini setelah apa yang telah kukorbankan segalanya untukmu
kau bilang bahwa kau ingin memulai sesuatu yang baru
ketahuilah bahwa itu membuat hatiku hancur
kau kan pergi dan aku terluka

namun jika kau bersikeras ingin pergi
berhati-hatilah !!!
kuharap kau akan mendapati suatu hal bagus untuk dikenakan
karena begitu banyak hal baik berubah menjadi buruk diluar sana


11/03/14

Jancok

mendesis lirih seorang diri
gelap menjalar dari berbagai arah
keras melebihi gemuruh gelombang
hinggap pada goa tempat berteduh
mengusir bias sinar yang ingin menyapa
terang menyusup celah kegelapan
namun tak mampu menembus
ingin menjerit marah
tapi marah untuk siapa
marah untuk apa

01/03/14

Kepada Musim Semi

Di kala senja tiba
langit tua menghitam sedikit resah
angin dingin halus meraba
hujan turun mendesah
mengguyur kebisingan dunia
membasahi kokoh benteng tua
hingga waktu srigala berjaga tiba,
saat rembulan tenggelam lelah

29/01/14

Kepada Sahabat AZUTAKI

Rasanya cukup lama kita tak berjumpa
sampai rambutku lebat panjang
beban yang kupikul semakin berat
tersenyum terasa sulit,
mungkin kini aku seperti orang goa
yang berada di tengah belantara
hidup sendiri sebatang kara,
atau mungkin aku berlebihan bicara seperti itu
apa yang kualami tak istimewah dimata kalian
karena kalian pasti juga mengalaminya,
tapi meniti tebing kehidupan tanpa kalian sangatlah ngeri
halilintar mengganyangku tanpa henti
memudarkan semua yang ada
menghilangkan segala makna,
sampai suatu malam
aku ingin sekali menangis

27/01/14

Rinduku Terbentang Antar Benua


untuk kau yang disana

Rinduku terbentang antar benua
terpisah oleh samudra
wanita cantik nan manis, aku sangat merindu
adakah rimdunya kan bersemi dengan rinduku ?

Setiap kali menyadari adanya dia dalam hidupku ini
aku merasakan jalannya arus darah di sekujur tubuhku
kelenjar-kelenjarku bekerja
sukmaku bernyanyi
sarafku menari


Mengakhiri Cerita Esok


Malam tetap saja petang
sedari dulu bulan bintang yang terang
tak begitu beda dengan jutaan malam kemarin
hanya perjalan hidup yang memebedakan
aku berjalan sendiri di lorong malam
membuat cerita untuk membedakan malam
jalanku tak mempunyai arah pasti
mengikuti sisa-sisa hembusan angin
kadang aku mendahuluinya
atau bahkan angin mengacuhkanku
saat aku tertatih-tatih kehilangan daya
kulihat bintang yang tak berkelip

26/01/14

Bagai Dalam Rimba

Tak pernah terbayangkan sebelumnya
aku hidup di tengah kegemerlapan
tapi kehidupannya bagai dalam rimba
rimba gersang dengan penghuni para tuan


Banyak gerilya bergentayangan
mengintai penguasa berperut buncit
penuh dengan segala kemewahan
hasil dari rampasan hak-hak bawahan tak berdaya


Mayat-mayat tanpa darah daging
hingga kulitnya bersentuhan dengan tulang
berserakkan bagai sampah kering
kini sudah menjadi kabar  yang tak asing


25/01/14

Suara Tawamu

Suara tawamu perlahan masuk ke saraf otakku
Membasuh sedikit rindu berdebu akan dirimu
Yang sampai empat musim berganti
Belum bertatap muka sama sekali

Setengah Gila

Kini aku lupa cara untuk terbang bersanding dengan elang
Kini aku lupa cara untuk berhembus di antara angin
Kini aku lupa cara untuk mengalir bersama air
Kini aku lupa cara untuk berderu dengan samudra
Kini aku lupa cara untuk melawan ombak

24/01/14

Tahun Baru 2014

Asap putih berkeliaran tak tentu arahnya
Air gelap beraroma dalam wadah sedikit mencaci maki
Api berkobar menopang ketidak mampuan
Tiada warna warni kemeriahan menghiasi langit hitam
Suara perayaan tak terdengar disana sini
Hanya ada celotehan guyonan serta sajian makan malam

Rabat, 01 Januari 2014

23/01/14

Wahai Mawarku

aku ingin memelukmu dalam dekapanku
dalam mesra ingin kucium keningmu

aku berhayal mendayung prahu berdua denganmu
menembus ganas ombak samudra biru

dalam hening sepi rindu akan bayangmu
aku melamun murung membayangkan kau datang dan duduk disampingku

setiap malam aku bermimpi bercanda tawa denganmu
membasuh jernih air matamu di kala sedih

Pemuda Bangsa Ayo Semangat Sekolah

Hari ini pagi menjelang
Membawa serdadu udara dingin
Yang menyerang kulit
Hingga tak kuat badan untuk bangun
                Namun seolah ku berfikir
                Pagi ini adalah waktu sekolah
                Dimana adalah sebuah kewajiban
                Bagi setiap pemuda bangsa
Buku menjadi pedoman
Gedung bertingkat menjadi saksi
Guru sebagai pembimbing
dan teman sebagai penyelamat
                Sekolah wajib bagi kita
                Perasaan sedih senang
                Semua terkumpul
                Dalam suatu suasana disekolah

SEBUAH ISYARAT TARIAN MERPATI


Malam merangkul bulan penuh kemesraan
Berbaris rapi lampu-lampu neon menyapa dengan perkasa
Deru asmara menyapu lembut pekat kebisingan
Terbalut indah angin samudra
Awan menggumpal memberi kabar
Tentang bintang-bintang yang malu datang
Ketika tau aku sedang berbunga-bunga
Mencintaimu dalam segala keikhlasan
Malam ini serigala memutuskan untuk tak bersuara

Untuk Sahabat yang Dahulu Musuh


Senja tiba membangunkanku dari mimpi
Sebatang lisong kuhisap dengan kopi hitam
Sebuah lagu kuputar dengan suara lirih
Seraya mengingatkan kenangan suram hitam
Tentang keakraban yang tercipta dari permusuhan
Masih teringat jelas masa-masa itu
Seseorang dengan tubuh kurus menghampiriku
Membangunkanku yang sedang tidur di bawah meja kelas
Mengajakku ke toilet sekolah untuk duel
Pisau di keluarkannya dari saku
Di todongkannya ke leherku dengan berteriak lantang
Sayangnya waktu itu aku tak punya nyali
Atau aku masih takut akan mati
Di lain waktu dia membuat permasalahan  dengan sahabatku

Bulan Bintang

Malam ini tanpa bulan bintang terasa begitu sepi
Kunyanyikan lagu sendu merindu hingga pagi
Aku bangkit mengikuti jejak sang mentari
Melewati pemukiman masa lalu yang tak kan terulang lagi
Petang malam menyapa kembali
Bulan bintang berlari dari balik awan memeluk diri ini
Hingga pagi tiba kudapatkan lagi senyum indah mentari

El-Jadida, 16 Oktober 2013

SAJAK BUAT FITA


Kutulis sajak ini
saat kebisingan dunia beristirahat
bernyanyi lirih seorang diri
hanya ada aku diantara mereka yang ada
kutulis sajak ini
saat bayangmu ada disini
menemaniku dalam sepi
melewati ratapan tentangmu denganku yang pernah terjadi
sebuah masa lalu
tentang apa yang tak kau tau
saat bersamaku dalam satu hati
yang telah lama usai
saat itu aku datang kepadamu

08/10/12

Life for the knowledge ...

Di dalam hidup ini
Engkau memiliki keindahan dan kesuraman
Keindahan iman dan harapan surga Nya
Keindahan ilmu dan kelezatan buah Nya
Keindahan tawakal dan ketenangan hati karena Nya
Kesuraman beban dunia dan deritanya
Kesuraman cinta dunia dan kekecewaan karenanya


Masa depan tak menentu yang mengkhawatirkan
Kau mempunyai keindahan dan kesuraman
Titilah kehidupan di keindahannya
Tenggelamkan...
Jiwamu di dalamnya
Bahagiakan dirimu dengannya

Lupakan kesuraman...
Lupakan..

bukalah lembaran baru
lembaran putih nan bersih
menjadi manusia baru
merubah hitam menjadi cahaya keindahan
dengan mimpi-mimpi baru ..

Bebaskan jiwamu dari belitan-belitannya
Biarkan semuanya berlalu bagai angin yang membelai rambutmu
Niscaya…
niscaya kau kan tergenang keindahan dan menjadi bagian dari keindahan itu

keep fight Bravo !!

Marrakech, November 2012