siang itu aku berjalan tak tentu arah atau biasa di sebut mbambong, menjelang dzuhur aku berziarah ke salah satu makam auliya' (syech 'arobi bin sayyikh) yang berada di kota itu sambil menunggu tiba waktu sholat, saat memasuki makam ada seseorang bertanya padaku "apakah kamu muslim ?", dengan tegas saya jawab "saya muslim sunni tulen sejak lahir", tak puas dengan jawaban itu, dia menyuruhku untuk mengucap syahadatain, dengan penuh kesabaran aku ucapkan di sebelah telinganya dengan fasih, lalu dia bertanya kebangsaanku, kujawab dengan lantang "saya indonesia", dia menyahut "indoenesia ialah negara dengan penduduk muslim terbesar dan orangnya sangat ramah-ramah serta sopan santun berakhlaqul karimah, 'barakallahufik' " kemudian dia senyum dan mempersilahkan untuk masuk ; "mungkin dia agak ragu dengan keislamanku, karena aku berpenampilan urakan dengan rambut panjang tak tertata dan bau asap rokok yang selalu menempel di pakaian, tak jarang juga mereka mengiraku sebagai orang Jepang, Korea, China,